Filed under: Uncategorized
tak pantaskah aku menjadi pecundang?
mengapa memaksa TEtap saja tak tenang
biarkan saja aku di sini terlentang
dalam sunyi, sepi, hampa dan tanpa cahaya terang
padamkan semua cahaya
biarkan semuanya tanpa warna
cahaya hanya memberi sudut, arah, dan ruang hampa
membuat segala perbedaan terlihat jelas menganga
membuat ego menjadi gamblang apa adanya
makilah !!!
makilah aku yang berbicara tanpa terikat bait dan celah
makilah aku yang berteriak tanpa mengeja huruf tanpa lelah
atau aku yang terbang di ujung langit resah
siapakah yang awal?
putih atau hitam?
cahayakah yang mengerangi gelap
atau gelap yang menutupi cahaya?
wahai kamu yang terombang-ambing ragu akan diri
yang masih berperang dengan diri sendiri
aku sudah khatam tentang itu dan seluruh mimpi
dirimu itu ternyata tak bermakna dalam hati
jauh ribuan jutaan kali terlahir dan mati
yang ada hanya hampa dan kekosongan isi
yang kau cari tak pernah hilang dari duni ini
karena ternyata ia tak pernah ada disini
mengapa mengutuk langit yang berwarna?
langit tak pernah salah, sedari awal ia tercipta tanpa warna
yang salah adalah cahaya..
cahaya yang memberi warna..
dan begitu pula kamu
bukan dia yang bersalah padamu
tapi kamu yang mesaksakan hatimu
akan cinta yang kau tanamkan dihatinya olehmu
akan sayang yang kau paksakan padanya dihatimu
aku sadari..
aku tak bermakna bagimu di hati
aku tak bergurat di detak jantungmu disisi
aku tak pernah menyesali
akan rasa cinta ini
karena bagiku ini
bukan salah dirimu tak mencintai
tapi salah diriku yang mengasihi..
aku pergi
dari mimpi tanpa sisi
dari harapan tanpa hati
dari seluruh buaian tanpa arti
tulisan u bagus
Comment by salmah 04.15.09 @ 7:20 pmw suka
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>